Pemkab Kukar Targetkan Pembangunan 120 Embung, 46 Telah Diselesaikan
ilustrasi embung (foto: istimewa)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Pemkab
Kukar menargetkan 120 embung akan dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Kukar
Edi Damansyah dan Wakil Bupati H Rendi Solihin. Sementara yang telah
diselesaikan saat ini sebanyak 46 embung.
Plt Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna menjelaskan, berdasarkan
target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 (5 tahun) bahwa setiap tahunnya 24 embung yang
harus di selesaikan.
"Tahun ini (2024) akan kita
selesaikan 50 embung, dan untuk capai target RPJMD akan dilakukan secara
bertahap," katanya, Senin (3/6/2024) .
Rencana pembangunan 120 embung itu
menyasar pada lahan pertanian berbasis kawasan. Sementara Pemkab Kukar telah
menetapkan 5 lokasi pertanian berbasis kawasan yaitu, Kecamatan Tenggarong-Loa
Kulu, Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong Seberang I, Tenggarong Seberang II, dan
Marang Kayu.
Pihaknya mengaku pembangunan
embung pada 2 tahun terakhir kurang dari target, maka dari itu akan dikejar pada
2024 ini. Adapun kendala yang dialami terhadap pembangunan embung itu ialah
lokasi lahan yang belum selesai administrasinya maupun lainnya
"Tapi kami optimis untu
pembangunan embung pasti mencapai target RPJMD Kukar 2021-2026 itu,"
ucapnya.
Ia berpesan kepada OPD terkait
untuk terus sinergi dan koordinasi setiap tahapan pembangunan tersebut.
Sehingga pembangunan embung itu bisa dikawal dengan baik.
"OPD terkait harus mengawal
kegiatannya khususnya pada pembangunan embung, karena ini bagian dari mendukung
sektor pertanian," pesannya.
Menurutnya, pembangunan embung ini
sangat penting dalam mendukung sektor pertanian. Karena sebagian besar sektor
pertanian Kukar hanya mengandalkan tadah hujan untuk sistem pengairannya.
"Dengan adanya embung dapat mengoptimalkan sektor pertanian kita, apalagi jika masuk musim kemarau," ujarnya.
Pembangunan infrastruktur
pertanian menjadi komitmen pemerintah daerah dalam rangka memajukan sektor
pertanian. Hal ini juga bagian dari realisasi program pertanian berbasis kawasan
terintegrasi. (adv/riz)